Yus Bora, Wakil Ketua DPRD SBD: “Saya Memahami Keresahan Penjual Ikan Segar”

Yus Bora, Wakil Ketua DPRD SBD (Idemanews,22/12/2025_EE)

Yus Bora, Wakil Ketua DPRD Kabupaten SBD dan ketua Partai Perindo SBD ketika ditemui mengungkapkan bahwa pentaan pasar dan relokasi penjual ikan segar di sepanjang jalan Waikelo adalah hal serius. Karena dari tahun ke tahun penataan kota dengan program relokasi ke pasar induk Pasar Omba Komi seperti menemui jalan buntu. “Penjual ikan yang sudah terbiasa berjualan, pasti akan kembali setelah berjualan di pasar. “Saya memahami keresahan dalam hati penjual ikan segar. Karena lokasi samping pertamina jalan Waikelo relative lebih strategis karena menjadi jalan utama orang lalu lalang,” ungkapnya serius.

Lanjutnya, perlu penegakan aturan agar pedagang kaki lima tidak berjualan di lokasi yang dilarang termasuk di sepanjang jalan utama kabupaten. Karena tentu saja pemerintah telah mempertimbangkan berbagai hal untuk mengambil keputusan dan tindakan untuk mengurai kemacetan dan keindahan kota. “Hanya dibutuhkan sosialisasi, pendekatan yang baik, humanis persuasive sehingga muncul kesadaran bagi penjual ikan. Karena jika semua pedagang sudah berada di lokasi pasar, tentu pembeli akan berbelanja di sana juga”.

Memang pertimbangan penjual ikan segar masuk akal karena jalur strategis. Orang yang berbelanja mungkin saja sekaligus ke pertamina atau para pegawai yang baru pulang dari kantor di Kadul. Relatif lebih mudah langsung beli ikan di pinggir jalan. Meskipun dampaknya kota atau ruas ajalan tersebut sembrawut oleh antrian sepeda motor masuk pertamina, bau kurang sedap sedangkan di sisi lain ada pusat-pusat belanja atau kantor seperti bank dan hotel yang mungkin saja mengganggu kenyamanan nasabah dan tamu. Hal ini patut jadi pemahaman bersama demi kebaikan bersama.

Sebagai Koordinator komisi 2 DPRD SBD yang membidangi perikanan mendukung dan mendorong peningkatan kesejahteraan para nelayan dan penjual ikan termasuk ikan air tawar. Usaha penangkapan ikan nelayan akan didukung dengan memberikan alat tangkap ikan. “Untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan penjual ikan, bersama PLT Bupati SBD, Pak Jhon Oktavianus sudah melakukan survey di Weekelo. Tentang rancangan untuk memusatkan penjualan ikan di lokasi dekat villa redemptoris. Hanya memang lokasi agak sempit tetapi jika ditata dengan baik, akan menjadi lokasi yang representative. “Kita berharap dengan penataan, akan muncul pusat penjualan ikan segar dalam partai besar dan menjadi pusat kuliner ikan laut.  Hanya saja sampai saat ini belum sempat lagi dibahas tetapi kita akan mencoba terus bergerak demi kebaikan bersama,” jelas pria yang kini juga mendapat amanah sebagai ketua Partai Perindo periode 2024-2029.

Tentang Pasar Omba Komi, Yus Bora mendukung penuh upaya pemerintah SBD untuk penataan sehingga memberikan rasa nyaman. Khusus terkait sanitasi harus menjadi prioritas karena penjual ikan harus ada air, saluran air yang baik, penediaan tempat sampah. Dengan demikian, pasar tidak berbau tengik. Penataan bangunan di sekeliling pasar, harus diberikan edukasi karena terlihat kumuh. Memang karena keterbatasan anggaran. Akan lebih bagus jika dibangun oleh pemerintah dan disewakan dengan harga terjangkau. Selain lokasi pasar pusat penjualan ikan segar yang direnacanakan di Weekelo, mestinya ada pasar-pasar yang dikelola desa agar bisa terjangkau oleh masyarakat luas. Misalnya di Kererobo, Watukawula dan di Kampung Belakang. Jika desa mempunyai lokasi dari segi aturan bisa dilakukan. *EE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *