Patuku-SBD, IDEMAnews-SMP Negeri 2 Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya (20-21 April 2026) menjalani visitasi akreditasi sekolah. Dua “Kartini”; Ibu Vinsensia H. Bao Hayon, S.Pd, M.Pd.Si asal Solor-Flores Timur dan Ibu Maria Loru Duma, S.Pd.,Gr asal Sumba Barat. Keduanya mengemban tugas sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN-PDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melakukan visitasi dalam rangka akreditasi di SMP Negeri 2 Kodi. Bertepan pada peringatan hari Kartini, 21 April 2026 dua ‘Kartini’ kebanggaan NTT menuntaskan tugas visitasi akreditasi di SMP Negeri 2 Kodi. “Kami tidak memberi nilai. Kami sebatas mengemban tugas visitasi dan membawa data-data rill dan objektif yang diperoleh selama visitasi. Dari standar penilaian, banyak yang mengembirakan yakni hal-hal positif yang sudah dilakukan oleh sekolah, dan ada pula catatan penting untuk dibenahi dan diperbaiki,” ungkap Vinsensia.
Unjuk bakat dan minat, siswa-siswi SMP Negeri 2 Kodi lakukan atraksi drumband dan tarian Kodi untuk mengiringi asesor ke ruang visitasi
Sebagai bagian dari kegiatan pembukaan, untuk mengiringi asesor masuk ke ruang visitasi, siswa-siswi SMP Negeri 2 Kodi lakukan unjuk bakat dan minat dengan atraksi Drumband dan tarian Suku Kodi yang diiringi bunyi tambur dan gong yang dipadu secara serasi oleh guru dan siswa. Suasana menjadi rame dan gembira diiringi pekikan ‘Pakallak’-sebuah teriakan dengan intonasi tertentu sebagai ungkapan kegembiraan di Sumba pada peristiwa atau kegiatan penting dan sakral.
Pemberian sirih pinang dan penyematan kain Sumba kepda asesor oleh kepala sekolah dan Ketua Komite SMP Negeri 2 Kodi
Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian sirih-pinag di piring (Kapu/Kapung) dan penyematan kain Sumba hasil karya siswa dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)-salah satu bagian penting dari kegiatan pembelajaran di sekolah.
Tersemat kain Sumba hasil karya siswa, sambil membawa piring berisi sirih-pinang, kedua asesor ‘Kartini’ menuju rung vistasi SMP Negeri 2 Kodi
Di tengah keseriusan yang tingggi dan intensitas permintaan berbagai dokumen yang dibutuhkan, guru-guru dan kepala sekolah tetap melaksanakan peringatan Hari Kartini pada hari Selasa, 21 April 2026 dengan mengenakan busana adat dari berbagai latar belakang daerah. Salah satu warga sekolah menuturkan bahwa pengenaan busana adat ini diisiasi oleh ibu-ibu warga sekolah dan didedikasikan secara khusus untuk memeringati Hari Kartini. Tampak dominan sarung kain Sumba, tetapi beberapa guru yang berasal dari luar Sumba pun mengenakan busana pakaian adat kebanggaannya. Anak-anak peserta didik SMP Negeri 2 Kodi, juga turut ambil bagian dalam perayaan dimaksud. Siswa dan guru sangat antusias dan melaksanakan peringatan tanpa ada beban dan tekanan detail akreditasi lewat pertanyaan-pertanyaan tajam oleh asesor. Setelah foto bersama asesor di beberapa spot SMP Negeri 2 Kodi, kegiatan visitasi dilanjutkan kembali bersama dua Kartini tangguh NTT.
Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kodi, Paulinus Poma Ate, S.Ag tampak tegar di bawah bayang-bayang kelelahan berat. Namun dua ‘Kartini’, Ibu Vinsensia dan Maria seperti tak kehabisan energi. Pada hari pertama visitasi adalah hari yang melelahkan. Semua dokumen diperiksa dengan teliti dan hati-hati. Sejauh terpantau media IDEMA, hampir-hampir mereka tidak meninggalkan tempat duduk. Dokumen yang berkaitan dengan kurikulum, kesiswaan diperiksa dengan teliti. Pertanyaan-pertanyaan sederhana dari kedua asesor ini, kadang bagi guru terasa seperti petir di siang bolong. Sehingga mereka sulit menjelaskan dengan kata-kata yang tepat. Tetapi setelah dibantu oleh kedua asesor dengan beberapa frase kata kunci, hal yang ditanyakan menjadi jelas dalam jawaban guru yang dibutuhkan.
Hampir terhalang sejumlah dokumen sekolah, dalam jepretan lensa IDEMAnews asesor tampak kusuk dan serius menelaah sejumlah hal dalam proses visitasi
Hari pertama akreditasi menjadi hari yang padat sehingga tak terasa, proses akreditasi bergerak menyentuh malam. Komponen inti diperiksa, dikaji dan dianalisa. Kepala sekolah, guru-guru, siswa (OSIS), Komite Sekolah secara teliti ditanya oleh asesor sesuai dengan dokumen yang disiapkan. Hujan yang merata turun hingga sore hari pada Senin, 20 April 2026 di SBD, justru di SMP Negeri Dua Kodi, Desa Homba Rande, Kecamatan Kodi sama sekali tidak hujan. Guru-guru tampak tenang tetapi selalu dalam suasana hati siaga. Siswa-siswi pengurus OSIS, pengurus kelas juga hadir dan mendapat giliran menjawab berbagai pertanyaan asesor. Siswa-siswi menjawab apa adanya tanpa tekanan atau arahan dari guru. Situasi seperti ini memberikan fakta yang jernih terkait proses belajar-mengajar di kelas dan pembinaan lain yang dilaksanakan di sekolah. Asesor melakukan uji petik belajar mengajar di kelas yang sedang berlangsung.
Guru SMP Negeri 2 Kodi tampak serius menanti giliran wawancara dari asesor untuk diverifikasi kinerjanya dalam mengelola proses pembelajaran di sekolah
Salah seorang guru yang ditemui IDEMA yang enggan namanya disebut mengungkapkan bahwa proses persiapan visitasi akreditasi sekolah sudah disiapkan secara maksimal. Kepala sekolah bersama tim berkolaborasi secara maksimal untuk menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan. “namun ada beberapa kendala teknis yang kami alami. Misalnya, kondisi nyala listrik yang tidak tidak stabil karena ada perbaikan atau perluasan jaringan listrik. Ditambah dengan beberapa kegiatan lain yang terjadi hampir bersamaan, seperti Ujian TKA yang belum tuntas dan persiapan PATSP yang tinggal beberapa hari lagi harus dilangsungkan. Namun, semua itu tidak sedikitpun mengurangi tekad kami untuk menjalani proses visitasi agar sekolah kami dapat terakreditasi kembali. Pada periode sebelumnya sekolah kami terakreditasi ‘B’. Meski sempat tidak terakreditasi pada tahun 2024 karena proses persiapan yang tidak maksimal” ungkapnya.
Welem Wonda Maghu, Ketua Komite SMP Negeri 2 Kodi yang ditemui yakin bahwa pasti sekolah mendapat yang terbaik. “Selama saya sebagai ketua Komite Sekolah, saya lihat aktifitas sekolah di bawah kepala sekolah, Pak Paul berjalan baik dan lancar. Siswa mempunyai banyak kegiatan. Hubungan guru dan masyarakat juga sangat baik. Kami bekerja sama dengan baik sehingga seluruh pagar sekolah dibangun oleh Komite,” ungkap Welem sebagai penggagas berdirinya SMP Negeri Dua Kodi dengan menghibahkan tanah seluas 1 (satu) hektar lebih.
Di sela-sela istirahat sejenak proses visitasi, asesor foto berdua di tugu nama sekolah untuk mengabadikan moment visitasi di SMP Negeri 2 Kodi
Lanjutnya, saya dan keluarga menghibahkan tanah seluas itu demi anak-anak kami di sini dan desa sekitar yang terpaksa harus bersekolah di SMP Negeri 1 Kodi atau SMP Katholik Wonakaka yang berjarak kurang lebih 10 km. Dan jarak itu harus ditempuh dengan jalan kaki. Pada masa kami dulu, terpaksa harus menggunakan daun pisang atau keladi untuk menutupi badan dari embun di jalan. Maklum waktu itu jalan masih berupa jalan setapak. “Jadi pada saat ini, SMP Negeri ini yang berawal dari sekolah SATAP SMP Negeri satu Kodi, harus lebih baik. Harus menjadi kebanggaan kami di sini. Dan untuk kemajuan sekolah, kami dukung penuh. Guru-guru yang tinggal di mess sekolah, kami jaga keamanan mereka juga termasuk dalam perjalanan pulang pergi ke sekolah. Kami bangga sekali sekolah diakreditasi sehingga anak-anak kami tidak perlu ke sekolah lain untuk urus ijasah. Kami juga yang repot,” ungkapnya dalam senyum sumringah dan logat Kodi yang kental.
Didampingi beberapa guru yang bertanggung jawab di bidang sarana-prasarana sekolah, asesor mengamati fasilitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Kodi
Suasana akreditasi berlangsung akrab dan penuh penerimaan dari sekolah. Dan pada sesi penutup pada sore hari Selasa, 21 April 2026, ditengah gerimis kecil seolah ikut merasakan getar kebahagiaan guru, orang tua dan siswa, terdengar dalam nada berat; sapaan hangat kepala sekolah. “Terimakasih dan terimakasih kepada semua pihak yang ambil bagian dalam proses persiapan, pelaksanaan akreditasi hingga sesi penutupan. Mewakili guru, orang tua dan siswa, menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang tidak berkenan di hati. Apa pun hasilnya, kami siap terima dengan rendah hati dan lapang dada. Tapi kami percaya bahwa hasil tidak akan mengkhiati proses. Catatan-catatan yang diberikan asesor, Kartini kebanggaan NTT ini akan menjadi acuan dan rujukan kami untuk memperbaiki kinerja dan mutu sekolah,” ungkapnya dengan merendah.
Usai mewawancarai komite sekolah dan perwakilan orang tua siswa, asesor mewawancarai sejumlah siswa sebagai bagian dari proses visitasi
Dalam sesi penutupan, suasana akrab dan penuh kebersamaan, dari hati yang penuh cinta, ditutup bait-bait puisi dari kepala sekolah maupun ibu asesor, Ibu Vinsensia. Pembacaan yang sungguh menjiwai, menggetarkan hati. Semua terpana dan bertepuk tangan meriah. Hal ini mengingatkan kita pada satu sesi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yakni ice break (penyegaran).
Serah terima Berita Acara Visitasi oleh asesor kepada kepala sekolah dan komite sekolah sebagai bagian akhir dari proses visitasi dalam rangka akredatasi di SMP Negeri 2 Kodi
Sesi penutupan ini berjalan dengan baik tidak terlepas dari kepiyawaian pembawa acara, Robert Rato Bokol. Mengutip kata-kata sakral R.A. Kartini: Habis Gelap, Terbitlah Terang, dengan bijak dikaitkan dengan hasil yang menjadi harapan warga SMP Negeri 2 Kodi. “Kehadiran kedua ibu asesor yang bertepatan dengan hari Kartini, bukanlah kebutulan. Tetapi sepenuhnya adalah rancangan Tuhan. Seperti halnya, perjuangan R.A. Kartini, Habis Gelap, Terbitlah Terang, semoga akreditasi SMP Negeri 2 Kodi juga mengubah keadaan dari gelap menjadi terang. Kami menanam dan kami juga yang harus memanen. Karena selama ini, kami yang menanam tetapi hasilnya dipanen oleh sekolah lain” ungkapnya. Salam Hari Kartini!!.*Yos
