TBM Pondok Alang Dikunjungi Dinas Perpustakaan Daerah Sumba Barat Daya

Simbolis-Kadis Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya Wilhelmus Mali, SP lakukan penyerahan secara simbolis sejumlah buku dan pena untuk warga TBM Pondok Alang usai memberikan sejumlah arahan kepada pengurus, relawan, dan warga TBM Pondok Alang

Sumba Barat Daya, IDEMAnews — TBM (Taman Baca Masyarakat) Pondok Alang di Desa Kori Kecamatan Kodi Utara SBD (Jumat, 12 Juni 2026) mendapat kunjungan perdana dari Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. Kepala Dinas Perpustakaan Daerah SBD,  Wilhelmus Mali, SP bersama sejumlah kabid dan staf dalam kunjungannya membawa mobil perpustakaan keliling. Anak-anak binaan Pondok Alang sangat antusias berebutan membaca buku kesukaan mereka.

Kunjungan Dinas Perpustakaan ke TBM Pondok Alang adalah bentuk apresiasi dan dukungan penuh agar TBM bertumbuh dan berkembang secara maksimal. Dinas Perpustakaan Daerah  SBD menargetkan 25 TBM (Taman Baca Masyarakat) berdiri dan sungguh-sungguh mengakar di tengah masyarakat. “Kerinduan kita bersama adalah TBM Pondok Alang menjadi salah satu pionir di wilayah Kodi Utara. Dengan dukungan dari semua kalangan terutama hadirnya sejumlah voluntir yang berkapasitas, saya yakin TBM ini berjalan dan memberikan kontribusi konkrit dalam rangka memajukan wilayah terutama terkait budaya literasi. Kadang kita mengelus dada mendapati fakta masih ada anak SMP bahkan SMA belum lancar membaca bahkan belum bisa membaca. Kalau belum lancar membaca dan menulis, pasti untuk belajar lebih lanjut akan sulit termasuk numerasi. Ini tugas bersama dan kita ambil bagian melalui TBM,” ungkap Kepala dinas low profile.

Lanjutnya, sejauh ini setelah kita inventarisir, saat ini dari 168 TBM yang ada di SBD, tinggal 15 TBM yang masih aktif.  Padahal 40 TBM telah mendapat bantuan buku koleksi. 15 TBM masih aktif sedangkan lainnya mati suri atau tidak jelas lagi kegiatannya. “Ini menjadi tantangan dan koreksi untuk kami selanjutnya untuk mensiasati. Di tengah keterbatasan kami mengusahakan untuk melakukan kunjungan sekali dalam sebulan pada setiap TBM. Melakukan pendampingan dan pelatihan. Saya sungguh berharap TBM Pondok Alang menjadi cikal bakal dan pionir untuk pengembangan TBM di wilayah Kodi. Yang pasti setiap kecamatan di wilayah Kodi ada dan syukur jika ada di beberapa desa. Karena pendidikan dini selain untuk mengembangkan budaya literasi juga menjadi sarana pendidikan karakter anak-anak. Bagaimanapun karakter yang baik harus bertumbuh seiring dengan kemampuan lain. SBD akan berkembang baik jika sejak dini, pendidikan karakter ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan di TBM. Kami akan mendukung penuh inisiatif masyarakat untuk pendirian dan pengembangan TBM di SBD. Hal ini menjadi perhatian dan penekanan dari bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wula, ST dalam pembangunan,” tambah Wilhelmus.

Terkait teknis kerja TBM kabid yang mendampingi Kadis memberikan pelatihan singkat termasuk pendekatan ramah anak dan ramah lingkungan sehingga anak-anak tertarik. Karena anak-anak yang bergabung di TBM Pondok Alang ada yang tingkat SMA, SMP, SD dan TK PAUD, perlu pendampingan sesuai kategori baik kemampuan, tingkatan sehingga mudah dalam pendampingan. Selain itu, TBM selain menjadi pusat literasi, belajat tetapi juga harus menjadi pusat bermain anak. Tempat anak menumbuhkan minat dan bakat. Kami bersyukur karena voluntir yang bergabung dari berbagai latar belakang. Anak sekolah, mahasiswa, guru, wartawan. Bahkan guru dengan spesialisasi menyanyi, melukis, computer. Ini luar biasa,” ungkap Matheus Mila Mesa Kabid Pemeliharaan Dinas Perpustakaan SBD. Hal senada juga dungkapkan Pak Gabriel M. Bulu dan Daud Umbu Rey dan Rambu. A.W. Paranggi. Dalam kesempatan kunjungan ini Daud yang memang mempunyai latar bekalang guru sangat antusias memberikan pendampingan kepada anak-anak. Anak-anak diperkenalkan dengan salam literasi dan salam SBD. Anak-anak juga tidak kalah antusiasnya. Sebuah awal yang baik. Selanjutnya anak-anak berkesempatan membaca buku-buku yang tersedia dari mobil keliling perpustakaan SBD. Dari pantauan, anak-anak lebih tertarik pada buku-buku bergambar dan buku cerita.

Sedangkan pengelola TBM Pondok Alang mengungkapan bahwa pendirian TBM merupakan  kolaborasi pemikiran dari beberapa orang. Kami ingin berkontribusi bagi anak-anak yang merupakan anak atau keluarga kami sendiri juga. Lokasi TBM ini berada di Kampung Kalembu Lugha Desa Kori yang berdekatan dengan kantor Kecamatan Kodi Utara. Tempatnya strategis karena berada di tengah lingkungan sekolah-sekolah. Banyak anak usia sekolah dan kadang mereka masih kesulitan membaca.

“Kondisi ini mendorong kami untuk membantu. Awalnya hanya sebatas semacam les membaca, menulis, berhitung lalu pendampingan mengerjakan PR. Ke depan kami ini  di sini menjadi pusat belajar dan bermain dengan hadirnya TBM. Pelayanan di TBM ini dilaksanakan setiap hari  Jumat dan Sabtu. Karena pada hari-hari tersebut sekolah-sekolah pada umumnya tidak ada kelas. Anak-anak bolos entah ke pasar membantu jualan atau sekedar jalan-jalan saja. Kami mencoba mengisi waktu ini untuk pelayanan TBM pada sore hari. Kami berharap dinas membantu menambah buku-buku koleksi. Karena buku yang kami miliki adalah buku pinjaman dari berbagai pihak. Tenaga voluntir ada yang guru, siswa, mahasiswa. Siswa dan mahasiswa diberi kesempatan untuk aktualisasi diri,” ungkap Okta sebagai ketua pengelola yang didampingi sejumlah voluntir.*EE/In

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *