Sumba Barat Daya, IDEMAnews—“Taman Baca Masyarakat (TBM) Pondok Alang yang berada di Desa Kori Jalan Kalembu Luga Kecamatan Kodi Utara merupakan TBM pertama yang SK-nya saya tandatangani sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan SBD. Karena itu saya akan terus berkomitmen membangun budaya literasi dan numerasi berbasis TBM di SBD. Budaya literasi harus menjadi gerakan untuk mendukung percepatan pembangunan di SBD terkhusus di Kodi. Karena itu, TBM Pondok Alang harus menjadi pionir dan pelopor lahirnya TBM lain di SBD,” ungkap Wilhelmus Mali, S.P, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten SBD (Jumat, 31 Juli 2026) dalam acara peresmian TBM Pondok Alang sekaligus menyerahkan dokumen surat keputusan resmi tentang pendidrian TBM Pondok Alang.
Lebih lanjut Wilhelmus menekankan bahwa pembedayaan dan gerakan budaya membaca; literasi dan numerasi menjadi salah satu program skala prioritas Ibu Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wula. Pembangunan tidak hanya bidang fisik tetapi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) sejak dini melalui Taman Baca Masyarakat. “Profisiat kepada pengurus, voluntir TBM, masyarakat, anak-anak, kepala desa Kori dan segenap masyarakat yang mendukung program di TBM Pondok Alang berjalan lancar dan baik. Sejak awal dibentuk, beroperasi dan mengajukan permohonan, saya pantau. Ternyata berjalan baik. Bukan saja sebagai sarana membaca tetapi lebih dari itu, mengajar anak-anak membaca, menulis dan berhitung. Bahkan bukan saja kepada anak-anak tetapi orangtua anak-anak yang tidak bisa membaca dan menulis diberikan pelajaran membaca dan menulis. Ini luar biasa meskipun bersifat suka rela,” tambah Wilhelmus.

Terkait itu, Dinas Perpustakaan akan memberikan perhatian serius dalam pelatihan pustakawan, pengelolaan kearsipan. Tentu saja dengan cara kami di tengah minimnya anggaran, akan berusaha untuk menambah koleksi buku. Kita mengharapkan kerja sama lintas sektoral. Pemerintah desa bisa mensuport keberadaan TBM dengan menganggarkan pengadaan buku di TBM atau dana pembinaan TBM. “Dalam waktu dekat pada tahun depan akan dilaksanakan pelatihan termasuk bagimana menulis cerita rakyat dan bentuk tulisan lain yang mengangkat kearifan lokal Sumba Barat Daya. Dinas akan siap mendampingi dan membangun komunikasi. Untuk mengajuan sebagai Taman Baca Masyarakat cukup datang ke dinas, membawa foto kopy KTP pengurus, googlemap alamat TBM, kita langsung proses. Untuk kegiatan minimal tiga kali dalam seminggu dibuka aktifitas di TBM,” tambah Roby, Kabid Perencanaan Dinas Perpustakaan Daaerah SBD.
Kegiatan peresmian TBM Pondok Alang dipandu oleh pembawa acara kawakan Kodi, Robert Bokol yang juga berprofesi sebagai guru. Dan menjadi kebetulan yang menggebirakan bahwa dengan didaulat sebagai MC, Robert mengetahui tentang keberadaan TBM. Karena selama ini dalam aktifitas pelayanan di masyarakat dan gereja, dia sudah belasan tahun mengelola perpustakaan keliling yang berada di Kolping Bondo Kodi. “Selama ini buku-buku rohani saja yang ada. Biasa saya bawa untuk kepentingan bertemu anak-anak sekedar membaca. Jadi saya akan segera mengajukan dan meminta Dinas Perpustakaan SBD untuk mengunjungi kami di Kodi, kantor Kolping,” ungkapnya yang disambut dengan jawaban pasti oleh kadis bahwa mereka akan segera jadwalkan proses verifikasinya.

Peresmian TBM Pondok Alang dimeriahkan dengan tarian daerah yang dibawakan oleh anak-anak asuh TBM Pondok Alang. Pembacaan puisi oleh salah satu siswa kelas satu SD. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak TBM, voluntir, orang tua anak dan tokoh masyarakat. Paul P. Ate, salah satu voluntir dan pembina TBM Pondok Alang mengungkapkan bahwa sampai saat ini TBM Pondok Alang mempunyai 52 anak asuh yang dibagi dalam beberapa kategori. Sedangkan voluntirnya ada guru, siswa, mahasiswa. “Kami mempunyai koleksi buku yang masih terbatas. Selain sebagai taman baca, kami juga membuat program membaca, menulis dan latihan berhitung. Sesuai dengan kategori anak. Bagi yang belum bisa membaca, diprioritaskan untuk baca dan menulis. Berdasarkan data awal, dari 52 warga binaan, ada 25 orang yang belum bisa baca-tulis. Mereka tercatat sebagai siswa di salah satu SD dan SMP. Sejak dilakukan pendampingan rutin 3 kali dalam seminggu sejak bulan Mei 2026, saat ini mereka sudah cukup lancar membaca dan menulis. Berdasarkan catatan voluntir, sampai dengan akhir bulan Juli ini, masih tersisa sekitar 5 orang yang masih perlu dibimbing secara intensif. Selain itu ada program lain yakni melukis, menulis berita, matematika, bahasa Inggris dan khusus terkait teknologi. Selama ini kegiatan dibuka dua kali seminggu yakni pada hari Rabu dan Sabtu,” tambahnya. Sedangkan Kepala Desa Kori, yang juga adalah pembina TBM Pondok Alang, sangat bangga atas kehadiran dan peresmian TBM Pondok Alang. “Sebenarnya ada perpsutakaan desa juga tetapi tidak berjalan efektif. Saya berharap akan hadir TBM lain di masing-masing dusun di Desa Kori. Kami siap dukung dan siap membantu untuk merehap tempat anak-anak membaca. Kita buat lebih besar dan bagus sehingga anak-anak nyaman dan betah berlama-lama” ungkapnya*EE-In.












